Thank you, Allah
for all You've given me
for all You've done to me
I feel like, I'm the luckiest person in the world
Thank you, Allah
for giving me such a lovely human being in my life
My Family
Dad, Mom, my sister, my brother, also my nephew and my niece
they're always coloring my life
they will be there for me, no matter what
they are my world heaven
Thank you, Allah
for giving me such a caring persons in my life
My Friends
they can't be named one by one, but they're always there for me
make me happy when I'm sad
company me when I'm alone
Thank you, Allah
for giving me such an understanding person in my life
for giving me your angel
this person, who complete me
who care for me, almost everytime
who considerate enough for me, whenever I'm whining like a child
who patience enough for me, whenever I'm being like a brat
who love me, even if I've never say it back
who remind me of a guardian, Your guardian
who'll company me in my everyday life and I hope in my afterlife also
Thank you, Allah
I love You
I love them
I love everything You give to me
I love everyone You send to me
Thank you, Allah...
Read more...
Sabtu, 30 Januari 2016
Kamis, 12 November 2015
[Diary #12] Ucapan adalah Doa
Seperti judulnya, Ucapan adalah Doa.
Bukankah dari dulu doa-doa yang sama selalu ku panjatkan?
Ya Allah, maafkan aku menjadi orang yang paling tak konsisten selama ini
Doa yang sama, berharap rasa ini berkurang dan hilang, berharap untuk lupa, dan harapan lainnya untuk tak lagi terlibat dengannya.
Ucapan adalah Doa.
Iya, tak hanya sekali juga aku berdoa,
Bila jodoh, maka dekatkanlah, bila tak jodoh maka jauhkanlah.
Hey, itu doa yang sangat sederhana!
Tapi... bagiku berefek sangat besar.
Kini, aku dan dia sudah tak lagi saling sapa. Jangankan untuk itu, untuk saling melihat pun tak pernah. Ditambah karena kami memang sangat jarang bertemu.
Dulu, jarak antara kami sedekat helaan nafas.
Kini, lebih jauh daripada bumi dan langit.
Sangat... jauh.
Allah Maha Bijaksana.
Mungkin kami memang bukan jodoh. Read more...
Bukankah dari dulu doa-doa yang sama selalu ku panjatkan?
Ya Allah, maafkan aku menjadi orang yang paling tak konsisten selama ini
Doa yang sama, berharap rasa ini berkurang dan hilang, berharap untuk lupa, dan harapan lainnya untuk tak lagi terlibat dengannya.
Ucapan adalah Doa.
Iya, tak hanya sekali juga aku berdoa,
Bila jodoh, maka dekatkanlah, bila tak jodoh maka jauhkanlah.
Hey, itu doa yang sangat sederhana!
Tapi... bagiku berefek sangat besar.
Kini, aku dan dia sudah tak lagi saling sapa. Jangankan untuk itu, untuk saling melihat pun tak pernah. Ditambah karena kami memang sangat jarang bertemu.
Dulu, jarak antara kami sedekat helaan nafas.
Kini, lebih jauh daripada bumi dan langit.
Sangat... jauh.
Allah Maha Bijaksana.
Mungkin kami memang bukan jodoh. Read more...
Selasa, 12 Agustus 2014
[Diary #11] Reason
Hei, selalu ada alasan dibalik semua sikap dan perilaku yang orang lakukan.
Kau tahu?
Ada alasan dibalik seseorang jatuh cinta.
Bohong bila ada yang berkata bahwa jatuh cinta tak membutuhkan alasan.
Why do you love someone?, if you ask.
So my answer would be, because you feel so comfortable when her/him around.
Am I right?
Wherever someone you love around, even when he/she was only on TV or youtube or social media.
Jatuh cinta itu tidaklah salah, namun yang salah adalah bagaimana cara mengungkapkan dan mengaplikasikan cinta itu sendiri.
Katakan bahwa aku benar ^^
Anyway, 'alasan' bukan hanya sebagai alibi pembelaan semata.
Karena pribadi setiap orang berbeda, maka cara menyampaikan alasan pun tergantung pada masing-masing orang.
Lalu, jika kau bertanya, mengapa kau mencintainya?
Karena dia berbeda. Read more...
Kau tahu?
Ada alasan dibalik seseorang jatuh cinta.
Bohong bila ada yang berkata bahwa jatuh cinta tak membutuhkan alasan.
Why do you love someone?, if you ask.
So my answer would be, because you feel so comfortable when her/him around.
Am I right?
Wherever someone you love around, even when he/she was only on TV or youtube or social media.
Jatuh cinta itu tidaklah salah, namun yang salah adalah bagaimana cara mengungkapkan dan mengaplikasikan cinta itu sendiri.
Katakan bahwa aku benar ^^
Anyway, 'alasan' bukan hanya sebagai alibi pembelaan semata.
Karena pribadi setiap orang berbeda, maka cara menyampaikan alasan pun tergantung pada masing-masing orang.
Lalu, jika kau bertanya, mengapa kau mencintainya?
Karena dia berbeda. Read more...
Selasa, 05 Agustus 2014
[Diary #10] Jarak
Hai, sudah lama sekali aku tak menyapa.
Tanggal 3 kemarin adalah hari ulang tahunku, hmm.. ya, I'm getting older by the way.
Tanganku gatal ingin menumpahkan berbagai keluh kesah pada tulisan.
Baiklah, inilah keluh kesahku hari ini.
Jarak sudah terbentang terlalu jauh antara kami. Menyimpan banyak spekulasi yang sebenarnya tak pernah terjadi.
Aku, dengan duniaku.
Dia, dengan dunianya.
Sudah aku bilang kan jarak antara kami terlalu jauh?
Jika dulu aku dan dia berada pada frekuensi yang sama, maka sekarang kami berada pada frekuensi yang berbeda.
Jangankan untuk saling bertegur sapa, bertatap muka pun entah kapan, aku bahkan lupa.
Terkadang, aku mengenang saat-saat kami berada pada jarak yang begitu dekat. Bukan, bukan jarak antar raga yang kumaksud, tapi jarak yang memungkinkan aku untuk berkomunikasi dengannya.
Dulu, dia selalu mengandalkan keberadaanku. Tak apa, sungguh!
Aku justru berpikir, dengan begitu eksistensiku diperlukan olehnya. Aku berguna untuk membantunya, walau sedikit.
Dulu, waktu selalu menyediakan kesempatan pada kami walau untuk sekedar bertegur sapa.
Dulu.
Ya. Selalu dulu. Karena saat ini aku hanya bisa mengenang saat-saat itu.
Tak bisakah jarak antara kami mendekat kembali?
Aku berharap, walaupun hanya sejengkal... Read more...
Tanggal 3 kemarin adalah hari ulang tahunku, hmm.. ya, I'm getting older by the way.
Tanganku gatal ingin menumpahkan berbagai keluh kesah pada tulisan.
Baiklah, inilah keluh kesahku hari ini.
Jarak sudah terbentang terlalu jauh antara kami. Menyimpan banyak spekulasi yang sebenarnya tak pernah terjadi.
Aku, dengan duniaku.
Dia, dengan dunianya.
Sudah aku bilang kan jarak antara kami terlalu jauh?
Jika dulu aku dan dia berada pada frekuensi yang sama, maka sekarang kami berada pada frekuensi yang berbeda.
Jangankan untuk saling bertegur sapa, bertatap muka pun entah kapan, aku bahkan lupa.
Terkadang, aku mengenang saat-saat kami berada pada jarak yang begitu dekat. Bukan, bukan jarak antar raga yang kumaksud, tapi jarak yang memungkinkan aku untuk berkomunikasi dengannya.
Dulu, dia selalu mengandalkan keberadaanku. Tak apa, sungguh!
Aku justru berpikir, dengan begitu eksistensiku diperlukan olehnya. Aku berguna untuk membantunya, walau sedikit.
Dulu, waktu selalu menyediakan kesempatan pada kami walau untuk sekedar bertegur sapa.
Dulu.
Ya. Selalu dulu. Karena saat ini aku hanya bisa mengenang saat-saat itu.
Tak bisakah jarak antara kami mendekat kembali?
Aku berharap, walaupun hanya sejengkal... Read more...
Sabtu, 19 April 2014
[Diary #9] Berbeda
Hari itu, tepat pada hari Kamis.
Aku pulang di akhir senja dan berniat akan melaksanakan ibadah wajib bagi seorang muslim di mesjid terdekat. Entah kebetulan semata atau tidak, aku berpapasan dengan sosok itu. Ia tak menoleh padaku sama sekali. Aku membatin, apakah karena minimnya penerangan di sana hingga ia tak melihatku? Ataukah memang tidak berniat menyapaku sampai-sampai melihatku pun tidak?
Dia hanya menyapa orang lain saat itu. Ya, tingkat urgensinya memang lebih tinggi.
Aku merasa duniaku dan dia benar-benar berbeda sekarang.
Berbeda,
seperti air dan api.
Air dan api selalu berada di dunia yang berbeda
Api tak kan bisa menyentuh air, begitupun air tak pernah bisa menjamah api
Tak ada sekat di antara mereka,
namun mereka tak kan pernah bisa bersama
Namun, di satu sisi air akan memberikan kesejukan kala api membuatnya panas
Ya, di sisi lain pun api akan menciptakan kehangatan kala air menunjukkan kebekuan tak berhingga
Mungkin, air dan api memang tak kan bisa berdampingan
namun mereka akan saling melengkapi
Akankah aku dan kau seperti air dan api? Read more...
Aku pulang di akhir senja dan berniat akan melaksanakan ibadah wajib bagi seorang muslim di mesjid terdekat. Entah kebetulan semata atau tidak, aku berpapasan dengan sosok itu. Ia tak menoleh padaku sama sekali. Aku membatin, apakah karena minimnya penerangan di sana hingga ia tak melihatku? Ataukah memang tidak berniat menyapaku sampai-sampai melihatku pun tidak?
Dia hanya menyapa orang lain saat itu. Ya, tingkat urgensinya memang lebih tinggi.
Aku merasa duniaku dan dia benar-benar berbeda sekarang.
Berbeda,
seperti air dan api.
Air dan api selalu berada di dunia yang berbeda
Api tak kan bisa menyentuh air, begitupun air tak pernah bisa menjamah api
Tak ada sekat di antara mereka,
namun mereka tak kan pernah bisa bersama
Namun, di satu sisi air akan memberikan kesejukan kala api membuatnya panas
Ya, di sisi lain pun api akan menciptakan kehangatan kala air menunjukkan kebekuan tak berhingga
Mungkin, air dan api memang tak kan bisa berdampingan
namun mereka akan saling melengkapi
Akankah aku dan kau seperti air dan api? Read more...
Selasa, 07 Januari 2014
[Recommended Song] Katon Bagaskara - Negeri di Awan
Katon Bagaskara - Negeri di Awan
Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Di masa lalu ...
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati dan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini telah kau bawa aku
menuju kesana ...
Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih..
I really love this song, thanks for Katon who bring so much feeling for the song :') Read more...
Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Di masa lalu ...
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati dan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini telah kau bawa aku
menuju kesana ...
Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih..
I really love this song, thanks for Katon who bring so much feeling for the song :') Read more...
Sabtu, 28 Desember 2013
[Diary #8] Bagaimana ini...?
Kian hari perasaan ini terus saja tumbuh, padahal tak ku siram sedikitpun, tak ku semaikan benih apapun, Ya Allah..
Bagaimana ini??
Perasaan ini seharusnya tak boleh menjadi-jadi, tak boleh mengganjal, tak boleh menjadi penghalang dalam pertemanan kami ..
Bagaimana ini??
Jantung ini tak berhenti bertalu-talu hingga terkadang membuat dada ini sakit.. sakit sekali.
Sakit harus menahan detakan jantung yang mendera, sakit menahan sikap agar tak menjadi salah tingkah, sakit..
Ya, seringkali juga dada ini sakit karena menyadari bahwa dia sudah menjadikan yang lain sebagai pusat gravitasinya..
Bagaimana ini??
Ingin sekali mengetahui bahwa dia setidaknya sedikiiit saja mempunyai perasaan yang sama..
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini.. Read more...
Bagaimana ini??
Perasaan ini seharusnya tak boleh menjadi-jadi, tak boleh mengganjal, tak boleh menjadi penghalang dalam pertemanan kami ..
Bagaimana ini??
Jantung ini tak berhenti bertalu-talu hingga terkadang membuat dada ini sakit.. sakit sekali.
Sakit harus menahan detakan jantung yang mendera, sakit menahan sikap agar tak menjadi salah tingkah, sakit..
Ya, seringkali juga dada ini sakit karena menyadari bahwa dia sudah menjadikan yang lain sebagai pusat gravitasinya..
Bagaimana ini??
Ingin sekali mengetahui bahwa dia setidaknya sedikiiit saja mempunyai perasaan yang sama..
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini.. Read more...
Langganan:
Postingan (Atom)

