Hei, selalu ada alasan dibalik semua sikap dan perilaku yang orang lakukan.
Kau tahu?
Ada alasan dibalik seseorang jatuh cinta.
Bohong bila ada yang berkata bahwa jatuh cinta tak membutuhkan alasan.
Why do you love someone?, if you ask.
So my answer would be, because you feel so comfortable when her/him around.
Am I right?
Wherever someone you love around, even when he/she was only on TV or youtube or social media.
Jatuh cinta itu tidaklah salah, namun yang salah adalah bagaimana cara mengungkapkan dan mengaplikasikan cinta itu sendiri.
Katakan bahwa aku benar ^^
Anyway, 'alasan' bukan hanya sebagai alibi pembelaan semata.
Karena pribadi setiap orang berbeda, maka cara menyampaikan alasan pun tergantung pada masing-masing orang.
Lalu, jika kau bertanya, mengapa kau mencintainya?
Karena dia berbeda.
Read more...
Selasa, 12 Agustus 2014
Selasa, 05 Agustus 2014
[Diary #10] Jarak
Hai, sudah lama sekali aku tak menyapa.
Tanggal 3 kemarin adalah hari ulang tahunku, hmm.. ya, I'm getting older by the way.
Tanganku gatal ingin menumpahkan berbagai keluh kesah pada tulisan.
Baiklah, inilah keluh kesahku hari ini.
Jarak sudah terbentang terlalu jauh antara kami. Menyimpan banyak spekulasi yang sebenarnya tak pernah terjadi.
Aku, dengan duniaku.
Dia, dengan dunianya.
Sudah aku bilang kan jarak antara kami terlalu jauh?
Jika dulu aku dan dia berada pada frekuensi yang sama, maka sekarang kami berada pada frekuensi yang berbeda.
Jangankan untuk saling bertegur sapa, bertatap muka pun entah kapan, aku bahkan lupa.
Terkadang, aku mengenang saat-saat kami berada pada jarak yang begitu dekat. Bukan, bukan jarak antar raga yang kumaksud, tapi jarak yang memungkinkan aku untuk berkomunikasi dengannya.
Dulu, dia selalu mengandalkan keberadaanku. Tak apa, sungguh!
Aku justru berpikir, dengan begitu eksistensiku diperlukan olehnya. Aku berguna untuk membantunya, walau sedikit.
Dulu, waktu selalu menyediakan kesempatan pada kami walau untuk sekedar bertegur sapa.
Dulu.
Ya. Selalu dulu. Karena saat ini aku hanya bisa mengenang saat-saat itu.
Tak bisakah jarak antara kami mendekat kembali?
Aku berharap, walaupun hanya sejengkal... Read more...
Tanggal 3 kemarin adalah hari ulang tahunku, hmm.. ya, I'm getting older by the way.
Tanganku gatal ingin menumpahkan berbagai keluh kesah pada tulisan.
Baiklah, inilah keluh kesahku hari ini.
Jarak sudah terbentang terlalu jauh antara kami. Menyimpan banyak spekulasi yang sebenarnya tak pernah terjadi.
Aku, dengan duniaku.
Dia, dengan dunianya.
Sudah aku bilang kan jarak antara kami terlalu jauh?
Jika dulu aku dan dia berada pada frekuensi yang sama, maka sekarang kami berada pada frekuensi yang berbeda.
Jangankan untuk saling bertegur sapa, bertatap muka pun entah kapan, aku bahkan lupa.
Terkadang, aku mengenang saat-saat kami berada pada jarak yang begitu dekat. Bukan, bukan jarak antar raga yang kumaksud, tapi jarak yang memungkinkan aku untuk berkomunikasi dengannya.
Dulu, dia selalu mengandalkan keberadaanku. Tak apa, sungguh!
Aku justru berpikir, dengan begitu eksistensiku diperlukan olehnya. Aku berguna untuk membantunya, walau sedikit.
Dulu, waktu selalu menyediakan kesempatan pada kami walau untuk sekedar bertegur sapa.
Dulu.
Ya. Selalu dulu. Karena saat ini aku hanya bisa mengenang saat-saat itu.
Tak bisakah jarak antara kami mendekat kembali?
Aku berharap, walaupun hanya sejengkal... Read more...
Sabtu, 19 April 2014
[Diary #9] Berbeda
Hari itu, tepat pada hari Kamis.
Aku pulang di akhir senja dan berniat akan melaksanakan ibadah wajib bagi seorang muslim di mesjid terdekat. Entah kebetulan semata atau tidak, aku berpapasan dengan sosok itu. Ia tak menoleh padaku sama sekali. Aku membatin, apakah karena minimnya penerangan di sana hingga ia tak melihatku? Ataukah memang tidak berniat menyapaku sampai-sampai melihatku pun tidak?
Dia hanya menyapa orang lain saat itu. Ya, tingkat urgensinya memang lebih tinggi.
Aku merasa duniaku dan dia benar-benar berbeda sekarang.
Berbeda,
seperti air dan api.
Air dan api selalu berada di dunia yang berbeda
Api tak kan bisa menyentuh air, begitupun air tak pernah bisa menjamah api
Tak ada sekat di antara mereka,
namun mereka tak kan pernah bisa bersama
Namun, di satu sisi air akan memberikan kesejukan kala api membuatnya panas
Ya, di sisi lain pun api akan menciptakan kehangatan kala air menunjukkan kebekuan tak berhingga
Mungkin, air dan api memang tak kan bisa berdampingan
namun mereka akan saling melengkapi
Akankah aku dan kau seperti air dan api? Read more...
Aku pulang di akhir senja dan berniat akan melaksanakan ibadah wajib bagi seorang muslim di mesjid terdekat. Entah kebetulan semata atau tidak, aku berpapasan dengan sosok itu. Ia tak menoleh padaku sama sekali. Aku membatin, apakah karena minimnya penerangan di sana hingga ia tak melihatku? Ataukah memang tidak berniat menyapaku sampai-sampai melihatku pun tidak?
Dia hanya menyapa orang lain saat itu. Ya, tingkat urgensinya memang lebih tinggi.
Aku merasa duniaku dan dia benar-benar berbeda sekarang.
Berbeda,
seperti air dan api.
Air dan api selalu berada di dunia yang berbeda
Api tak kan bisa menyentuh air, begitupun air tak pernah bisa menjamah api
Tak ada sekat di antara mereka,
namun mereka tak kan pernah bisa bersama
Namun, di satu sisi air akan memberikan kesejukan kala api membuatnya panas
Ya, di sisi lain pun api akan menciptakan kehangatan kala air menunjukkan kebekuan tak berhingga
Mungkin, air dan api memang tak kan bisa berdampingan
namun mereka akan saling melengkapi
Akankah aku dan kau seperti air dan api? Read more...
Selasa, 07 Januari 2014
[Recommended Song] Katon Bagaskara - Negeri di Awan
Katon Bagaskara - Negeri di Awan
Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Di masa lalu ...
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati dan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini telah kau bawa aku
menuju kesana ...
Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih..
I really love this song, thanks for Katon who bring so much feeling for the song :') Read more...
Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Di masa lalu ...
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati dan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini telah kau bawa aku
menuju kesana ...
Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih..
I really love this song, thanks for Katon who bring so much feeling for the song :') Read more...
Langganan:
Postingan (Atom)

