Hari itu, tepat pada hari Kamis.
Aku pulang di akhir senja dan berniat akan melaksanakan ibadah wajib bagi seorang muslim di mesjid terdekat. Entah kebetulan semata atau tidak, aku berpapasan dengan sosok itu. Ia tak menoleh padaku sama sekali. Aku membatin, apakah karena minimnya penerangan di sana hingga ia tak melihatku? Ataukah memang tidak berniat menyapaku sampai-sampai melihatku pun tidak?
Dia hanya menyapa orang lain saat itu. Ya, tingkat urgensinya memang lebih tinggi.
Aku merasa duniaku dan dia benar-benar berbeda sekarang.
Berbeda,
seperti air dan api.
Air dan api selalu berada di dunia yang berbeda
Api tak kan bisa menyentuh air, begitupun air tak pernah bisa menjamah api
Tak ada sekat di antara mereka,
namun mereka tak kan pernah bisa bersama
Namun, di satu sisi air akan memberikan kesejukan kala api membuatnya panas
Ya, di sisi lain pun api akan menciptakan kehangatan kala air menunjukkan kebekuan tak berhingga
Mungkin, air dan api memang tak kan bisa berdampingan
namun mereka akan saling melengkapi
Akankah aku dan kau seperti air dan api?
Sabtu, 19 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar