Halaman

Selasa, 05 Agustus 2014

[Diary #10] Jarak

Hai, sudah lama sekali aku tak menyapa.
Tanggal 3 kemarin adalah hari ulang tahunku, hmm.. ya, I'm getting older by the way.

Tanganku gatal ingin menumpahkan berbagai keluh kesah pada tulisan.
Baiklah, inilah keluh kesahku hari ini.


Jarak sudah terbentang terlalu jauh antara kami. Menyimpan banyak spekulasi yang sebenarnya tak pernah terjadi.
Aku, dengan duniaku.
Dia, dengan dunianya.
Sudah aku bilang kan jarak antara kami terlalu jauh?
Jika dulu aku dan dia berada pada frekuensi yang sama, maka sekarang kami berada pada frekuensi yang berbeda.
Jangankan untuk saling bertegur sapa, bertatap muka pun entah kapan, aku bahkan lupa.
Terkadang, aku mengenang saat-saat kami berada pada jarak yang begitu dekat. Bukan, bukan jarak antar raga yang kumaksud, tapi jarak yang memungkinkan aku untuk berkomunikasi dengannya.
Dulu, dia selalu mengandalkan keberadaanku. Tak apa, sungguh!
Aku justru berpikir, dengan begitu eksistensiku diperlukan olehnya. Aku berguna untuk membantunya, walau sedikit.
Dulu, waktu selalu menyediakan kesempatan pada kami walau untuk sekedar bertegur sapa.
Dulu.
Ya. Selalu dulu. Karena saat ini aku hanya bisa mengenang saat-saat itu.

Tak bisakah jarak antara kami mendekat kembali?
Aku berharap, walaupun hanya sejengkal...

0 comments:

Posting Komentar