Kian hari perasaan ini terus saja tumbuh, padahal tak ku siram sedikitpun, tak ku semaikan benih apapun, Ya Allah..
Bagaimana ini??
Perasaan ini seharusnya tak boleh menjadi-jadi, tak boleh mengganjal, tak boleh menjadi penghalang dalam pertemanan kami ..
Bagaimana ini??
Jantung ini tak berhenti bertalu-talu hingga terkadang membuat dada ini sakit.. sakit sekali.
Sakit harus menahan detakan jantung yang mendera, sakit menahan sikap agar tak menjadi salah tingkah, sakit..
Ya, seringkali juga dada ini sakit karena menyadari bahwa dia sudah menjadikan yang lain sebagai pusat gravitasinya..
Bagaimana ini??
Ingin sekali mengetahui bahwa dia setidaknya sedikiiit saja mempunyai perasaan yang sama..
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini..
Read more...
Sabtu, 28 Desember 2013
Kamis, 26 Desember 2013
[Diary #7] Khawatir...
Perasaan ini tiba-tiba ada, entah kapan munculnya, entah dimana mulainya, saya tak tahu.
Seminggu ini, terasa lebih dekat dengannya. Seharusnya ini tak boleh terjadi, sungguh!
Hanya akan membuat diri sendiri rapuh karena berharap terlalu tinggi.
Mungkin nyatanya hanya saya saja yang merasa seperti ini, terlibat perasaan ini, tapi dia tidak.
Khawatir..
apa hanya saya yang merasakan hal seperti ini?
Jujur saja, ada sedikit harapan yang muncul di hati, bahwa dia pun merasakan hal yang sama.
Caranya berbicara terhadap saya, melihat, bersikap, dan ...
Ah, dasar perempuan, biasanya punya GR yang tinggi..
Apakah salah jika saya merasa senang ketika dia bersikap tertentu hanya pada saya??
Apakah wajar ketika rasa senang ini muncul tiba-tiba ketika dia menyapa saya??
Apakah salah jika saya merasa sedikit 'senang' ketika teman-teman saya beranggapan bahwa dia memperlakukan saya agak berbeda dari yang lain??
Pernah suatu hari (saat itu hujan di sore hari), saya dimintai tolong olehnya. Ya, perlu waktu yang agak lama untuk menyelesaikan permintaan tolongnya. Saya tak tahu dia sudah ada di tempat yang sama dengan saya, menunggui saya. Dan (pasti hanya perasaan saya saja) saya tak sengaja melihat ke arahnya yang juga sedang melihatku, mm.. saya merasa ada tatapan yang berbeda darinya.
Yaa, saya sudah bilang sebelumnya, pasti ini hanya perasaan saya saja.
Ketika itu, tiba-tiba jantung saya berdetak tak normal. Saya benar-benar takut ekspresi wajah saya saat itu tak dapat saya sembunyikan, sungguh konyol dan saya merasa 'sedikit' salah tingkah. Saya takut perasaan saya terhadapnya dapat tertebak dengan mudah.
Saat itu saya merasa, ini salah!! Saya tak seharusnya bersikap seperti itu, tak seharusnya beranggapan terlalu tinggi terhadap apa yang terjadi pada tatapannya.
Saya khawatir...
Tapi bolehkah saya sedikit berharap bahwa dia merasakan hal yang sama terhadap saya?? Read more...
Seminggu ini, terasa lebih dekat dengannya. Seharusnya ini tak boleh terjadi, sungguh!
Hanya akan membuat diri sendiri rapuh karena berharap terlalu tinggi.
Mungkin nyatanya hanya saya saja yang merasa seperti ini, terlibat perasaan ini, tapi dia tidak.
Khawatir..
apa hanya saya yang merasakan hal seperti ini?
Jujur saja, ada sedikit harapan yang muncul di hati, bahwa dia pun merasakan hal yang sama.
Caranya berbicara terhadap saya, melihat, bersikap, dan ...
Ah, dasar perempuan, biasanya punya GR yang tinggi..
Apakah salah jika saya merasa senang ketika dia bersikap tertentu hanya pada saya??
Apakah wajar ketika rasa senang ini muncul tiba-tiba ketika dia menyapa saya??
Apakah salah jika saya merasa sedikit 'senang' ketika teman-teman saya beranggapan bahwa dia memperlakukan saya agak berbeda dari yang lain??
Pernah suatu hari (saat itu hujan di sore hari), saya dimintai tolong olehnya. Ya, perlu waktu yang agak lama untuk menyelesaikan permintaan tolongnya. Saya tak tahu dia sudah ada di tempat yang sama dengan saya, menunggui saya. Dan (pasti hanya perasaan saya saja) saya tak sengaja melihat ke arahnya yang juga sedang melihatku, mm.. saya merasa ada tatapan yang berbeda darinya.
Yaa, saya sudah bilang sebelumnya, pasti ini hanya perasaan saya saja.
Ketika itu, tiba-tiba jantung saya berdetak tak normal. Saya benar-benar takut ekspresi wajah saya saat itu tak dapat saya sembunyikan, sungguh konyol dan saya merasa 'sedikit' salah tingkah. Saya takut perasaan saya terhadapnya dapat tertebak dengan mudah.
Saat itu saya merasa, ini salah!! Saya tak seharusnya bersikap seperti itu, tak seharusnya beranggapan terlalu tinggi terhadap apa yang terjadi pada tatapannya.
Saya khawatir...
Tapi bolehkah saya sedikit berharap bahwa dia merasakan hal yang sama terhadap saya?? Read more...
Selasa, 20 Agustus 2013
[Recommended Song] Baek Ji Young - Spring Rain
[Recommended Song] Baek Ji Young - Spring Rain
OST. Gu Family Book
Credit:
OST. Gu Family Book
Sarangeun bombicheoreom dagawa
Chokchokhage nal heumppeok jeoksinda
Eoreobuteo itdeon nae gaseumeul
Sorido eobsi nogimyeo nal kkaeunda
Chokchokhage nal heumppeok jeoksinda
Eoreobuteo itdeon nae gaseumeul
Sorido eobsi nogimyeo nal kkaeunda
Dalda
Aryeonhan neukkim seolleineun mam
Jigeumkkaji nan alji motaetdeon sarangingabwa
Sarangeun cheoeumcheoreom nal dasi
Taeeonal su itge mandeunda
Biga naerinda oneuldo tto naeildo
Neoreul darmeun biga naeryeoonda
Aryeonhan neukkim seolleineun mam
Jigeumkkaji nan alji motaetdeon sarangingabwa
Sarangeun cheoeumcheoreom nal dasi
Taeeonal su itge mandeunda
Biga naerinda oneuldo tto naeildo
Neoreul darmeun biga naeryeoonda
Dalda
Aryeonhan neukkim gamchwowatdeon mam
Sarangeul algo neukkil su isseume
Na neoege jeongmal gamsahae
Aryeonhan neukkim gamchwowatdeon mam
Sarangeul algo neukkil su isseume
Na neoege jeongmal gamsahae
Sarangeun cheoeumcheoreom nal dasi
Taeeonal su itge mandeunda
Naneun utneunda oneuldo tto naeildo
Geuryeobonda neol neukkyeobonda
Taeeonal su itge mandeunda
Naneun utneunda oneuldo tto naeildo
Geuryeobonda neol neukkyeobonda
Bombiga naerideon geu nal
Eonjena ne hyanggiro gadeukhaetdeon nal
Naui sarangeun geureoke siganeul geoseulleo
Unmyeongcheoreom bombiga doeeo onda
Eonjena ne hyanggiro gadeukhaetdeon nal
Naui sarangeun geureoke siganeul geoseulleo
Unmyeongcheoreom bombiga doeeo onda
Credit:
http://www.kpoplyrics.net/baek-ji-young-spring-rain-lyrics-english-romanized.html#ixzz2cV0GGMVc
Follow us: @kpoplyrics_net on Twitter | kpoplyricsnet on Facebook
Follow us: @kpoplyrics_net on Twitter | kpoplyricsnet on Facebook
Lagu ini memang JJANG! :D
Read more...
Minggu, 30 Juni 2013
[Diary #6] Barang hilang...
"Barang hilang, sungguh aneh perilakunya.
Semakin dicari semakin tidak ketemu. Saat 'dilupakan', 'diikhlaskan',
malah muncul sendiri di depan mata."
Boleh jadi, perasaan itu juga sejenis barang hilang.
--novel "ELIANA", Tere Liye
Yup!
Apakah itu yang sekarang terjadi pada saya? *eh
Aneh, akhir-akhir ini virus merah jambu itu semakin sering saja menghampiri, hush hussh! Pergi sana!
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Simple~
Hanya lupakan, jangan diingat-ingat, dan selalu percaya bahwa Allah telah mengatur segala sesuatunya ^^
Semoga semuanya baik-baik saja... Read more...
Boleh jadi, perasaan itu juga sejenis barang hilang.
--novel "ELIANA", Tere Liye
Yup!
Apakah itu yang sekarang terjadi pada saya? *eh
Aneh, akhir-akhir ini virus merah jambu itu semakin sering saja menghampiri, hush hussh! Pergi sana!
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Simple~
Hanya lupakan, jangan diingat-ingat, dan selalu percaya bahwa Allah telah mengatur segala sesuatunya ^^
Semoga semuanya baik-baik saja... Read more...
Jumat, 22 Maret 2013
Afgan - Jodoh Pasti Bertemu :)
JODOH PASTI BERTEMU :)
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah
Menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu ...
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu ...
Kamis, 21 Maret 2013
Muncul Lagi... [Diary #5]
Ya Allah, rasa itu muncul lagi... >< Cukup sakit
menahan dada yang tiba-tiba berdetak begitu kencang dan kelimpungan
setengah mati saat mencoba mengenyahkan rasa itu. My God ...
Sudah dua malam ini sosok yang sama terus ada dalam mimpiku. Aneh! Padahal sebelum tidur pun tidak pernah memikirkan tentang hal itu, malah amat sangat sibuk dengan adanya deadline pengumpulan tugas yang begitu cepat. Malam yang pertama sosok itu muncul sebagai figuran di dalam mimpi. Jujur saja, aku juga lupa mimpi apa waktu itu -,-" yang jelas sosok itu muncul cukup sering. Malam yang kedua, yang berarti kemarin malam, sosoknya kembali muncul namun justru sebagai pemeran utama yang amat dominan dalam cerita-fiksi-alam-bawah-sadar itu. Padahal kembali kutegaskan, jangankan memikirkan hal itu, tugas pun belum semuanya terselesaikan.
Aneh. Sungguh aneh.
Hari ini kejadian aneh itu terpampang nyata :o
Sosok itu di depan mataku. Ya Allah, cobaan apalagi ini?? Terpikir pun TIDAK SAMA SEKALI! Sungguh kelimpungan setengah mati saat mencoba mengusir hentakan rasa sakit dari dadaku saat itu. Ku alihkan kemanapun panca inderaku meminta, asal tidak padanya. Berulang kali kubisikkan--bahkan kuteriakkan ke dalam batinku sendiri, "Just forget it! Lupakan! Hentikan!" namun hentakan itu tak kunjung berhenti. Ku lafalkan doa-doa penenang hati dan mengingat Allah selalu. Ya, hentakan itu memang belum menghilang, tapi cukup berkurang.
Hati.. hati... ada apa denganmu? Mungkin 'ini' hanya kekaguman semata, tidak lebih. Ya, aku harap begitu. Ingin lari pun aku tak bisa, ingin menjauh pun tak bisa membuat jarak sekehendakku, tapi aku mempunyai niat untuk melupakan sesuatu-yang-salah ini.
Biarkan hati yang memutuskan untuk berhenti.
Biarkan hati yang memutuskan untuk terbiasa dengan keberadaannya sehingga rasa ini perlahan menghilang.
Biarkan hati yang menentukan ... Read more...
Sudah dua malam ini sosok yang sama terus ada dalam mimpiku. Aneh! Padahal sebelum tidur pun tidak pernah memikirkan tentang hal itu, malah amat sangat sibuk dengan adanya deadline pengumpulan tugas yang begitu cepat. Malam yang pertama sosok itu muncul sebagai figuran di dalam mimpi. Jujur saja, aku juga lupa mimpi apa waktu itu -,-" yang jelas sosok itu muncul cukup sering. Malam yang kedua, yang berarti kemarin malam, sosoknya kembali muncul namun justru sebagai pemeran utama yang amat dominan dalam cerita-fiksi-alam-bawah-sadar itu. Padahal kembali kutegaskan, jangankan memikirkan hal itu, tugas pun belum semuanya terselesaikan.
Aneh. Sungguh aneh.
Hari ini kejadian aneh itu terpampang nyata :o
Sosok itu di depan mataku. Ya Allah, cobaan apalagi ini?? Terpikir pun TIDAK SAMA SEKALI! Sungguh kelimpungan setengah mati saat mencoba mengusir hentakan rasa sakit dari dadaku saat itu. Ku alihkan kemanapun panca inderaku meminta, asal tidak padanya. Berulang kali kubisikkan--bahkan kuteriakkan ke dalam batinku sendiri, "Just forget it! Lupakan! Hentikan!" namun hentakan itu tak kunjung berhenti. Ku lafalkan doa-doa penenang hati dan mengingat Allah selalu. Ya, hentakan itu memang belum menghilang, tapi cukup berkurang.
Hati.. hati... ada apa denganmu? Mungkin 'ini' hanya kekaguman semata, tidak lebih. Ya, aku harap begitu. Ingin lari pun aku tak bisa, ingin menjauh pun tak bisa membuat jarak sekehendakku, tapi aku mempunyai niat untuk melupakan sesuatu-yang-salah ini.
Biarkan hati yang memutuskan untuk berhenti.
Biarkan hati yang memutuskan untuk terbiasa dengan keberadaannya sehingga rasa ini perlahan menghilang.
Biarkan hati yang menentukan ... Read more...
Jumat, 15 Februari 2013
Sekilas tentang Landasan Pengembangan Kurikulum
RESUME
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh: Arini Fadilah
Ibarat sebuah bangunan, bila pondasinya tidak kuat, maka
akan goyah dan runtuh ketika diterpa angina. Begitupun dengan kurikulum, bila
tidak mempunyai landasan yang kuat, maka akan terombang-ambing bahkan hancur.
Dan itu akan berimbas pada pendidikan para penerus bangsa ini. Oleh karena itu,
landasan kurikulum sangat penting adanya demi keutuhan dan kekokohan kurikulum
itu sendiri.
Adapun
keempat jenis landasan tersebut adalah landasan fisiologis, psikologis, sosiologis
dan teknologis.
1.
Landasan Filosofis
Landasan
filosofis yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia,
hakikat pengetahuan, dan hakikat nilaiyang menjadi titik tolak dalam
mengembangkan kurikulum. Asumsi-asumsi filosofis tersebut berimplikasi pada
perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan
strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik.
2.
Landasan Psikologis
Landasan
psikologis adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus
menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi
perkembangan mempelajari proses dan karakteristik perkembangan peserta didik
sebagai subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku
peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis teori belajar yang
mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan kurikulum, yaitu teori belajar
kognitif, behavioristik, dan humanistik.
3.
Landasan Sosiologis
Landasan
sosiologis atau sosial budaya adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari
sosiologi dan antropologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan
kurikulum. Karakteristik sosial budaya dimana peserta didik hidup berimplikasi
pada program pendidikan yang akan dikembangkan.
4.
Landasan Teknologis
Landasan
ilmiah dan teknologi adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset
atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak
dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan sumbangan
dari berbagai kajian ilmiah dan teknologi baik yang bersifat hardware maupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan
diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Read more...
Senin, 11 Februari 2013
Konspirasi? [Diary #4]
Konspirasi?
Wah wah.. Anda sudah menyangka ada konspirasi di rumah sendiri. Keep husnudzon saja, yakinlah bahwa keputusan itu memang yang terbaik untuk Anda dan untuk kita semua. Tak perlu ragu dan tak usah bimbang! Percaya deh :)
Saya tahu Anda kecewa, saya tahu, dan benar-benar sangat tahu Anda adalah seorang akademisi alias orang yang terdidik. Saya yakin sekali Anda adalah orang yang benar-benar terdidik :)
Hmm.. saya harap Anda tidak menyampaikan hal-hal yang belum tentu kebenarannya pada orang lain. Cukup Anda dan Allah saja yang tahu. Enough, isn't it?
Jika saya menjadi Anda, saya akan berpikir ulang bahkan hingga ribuan kali mengapa keputusan seperti itu yang tercetus. Yah... saya memang tidak berada di posisi Anda, namun saya sedang berusaha mengerti perasaan dan kekecewaan Anda.
Saya pasti berusaha mati-matian meyakinkan diri sendiri bahwa inilah yang terbaik untuk saya. Mungkin memang ini jalan yang Allah pilihkan untuk saya. Dan saya yakin Anda juga begitu kan? :)
Saya percaya pada Anda. Really!!
SEMANGAAAT!!!! Anda tidak sendiri, ada kami di sini.
*semoga ada sebuah keajaiban Anda tiba-tiba membuka blog saya dan membaca postingan ini :D*
Keep husnudzon.
Sabar.
Syukur.
Done :) Read more...
Wah wah.. Anda sudah menyangka ada konspirasi di rumah sendiri. Keep husnudzon saja, yakinlah bahwa keputusan itu memang yang terbaik untuk Anda dan untuk kita semua. Tak perlu ragu dan tak usah bimbang! Percaya deh :)
Saya tahu Anda kecewa, saya tahu, dan benar-benar sangat tahu Anda adalah seorang akademisi alias orang yang terdidik. Saya yakin sekali Anda adalah orang yang benar-benar terdidik :)
Hmm.. saya harap Anda tidak menyampaikan hal-hal yang belum tentu kebenarannya pada orang lain. Cukup Anda dan Allah saja yang tahu. Enough, isn't it?
Jika saya menjadi Anda, saya akan berpikir ulang bahkan hingga ribuan kali mengapa keputusan seperti itu yang tercetus. Yah... saya memang tidak berada di posisi Anda, namun saya sedang berusaha mengerti perasaan dan kekecewaan Anda.
Saya pasti berusaha mati-matian meyakinkan diri sendiri bahwa inilah yang terbaik untuk saya. Mungkin memang ini jalan yang Allah pilihkan untuk saya. Dan saya yakin Anda juga begitu kan? :)
Saya percaya pada Anda. Really!!
SEMANGAAAT!!!! Anda tidak sendiri, ada kami di sini.
*semoga ada sebuah keajaiban Anda tiba-tiba membuka blog saya dan membaca postingan ini :D*
Keep husnudzon.
Sabar.
Syukur.
Done :) Read more...
Minggu, 10 Februari 2013
Sesak [Diary #3]
Ya, perempuan memang seperti ini. Mm.. atau mungkin hanya aku? Aku tak tahu.
Entah berawal dari mana dan sejak kapan sesuatu itu muncul. Apakah semenjak kehidupan baruku dimulai? Apakah ketika sesuatu yang lama perlahan-lahan mengecil dan terselimuti debu karena tak pernah lagi tersentuh?
Sekuat apapun menyangkal, jika memang terus berpikir 'baik' tentangnya pasti akan tetap berada di sana. Oke, sekarang berpikirlah 'buruk' tentang hal itu. Memang tak sesulit yang aku kira, hal itu tiba-tiba berkurang walau tak sepenuhnya hilang.
Melankolis? Tidak sama sekali. Allah sesuai dengan perkiraan hamba-Nya dan itu bisa jadi kado terindah atau bahkan boomerang yang justru berbalik pada pemiliknya.
Hey, aku kira aku harus diberi award atas kerja kerasku selama ini. Ada 'sedikit' perlakuan yang berbeda ketika berhadapan dengan makhluk ciptaan Tuhan tersebut. Aku berani mengambil risiko yang sebenarnya cukup berat untuk aku terima. Namun karena 'sedikit' perlakuan tersebut, hingga saat ini aku masih bisa survive saat menghadapi setiap hal yang dapat membuatku down. 'Sedikit' perlakuan yang cukup membuat dada ini sesak.
Sesak... sekali.
Melankolis? Silahkan berpikir seperti itu, tapi tidak bagiku--bagi setiap perempuan yang bernasib sama denganku, bagi setiap perempuan yang berada di posisi yang sama denganku.
Sembunyi. Diam-diam.
Sesak sudah pasti. Ya Allah ampuni hamba-Mu yang hina ini karena merasakan kesenangan yang luar biasa ketika dia fokus padaku...
Sampai detik ini pun aku masih tidak tahu berawal dari mana sesuatu itu muncul dan sejak kapan mulai menyerang jantungku.
Semoga ini semua hanya sesaat, tidak untuk selamanya.
Amiin...
Dan saya lega telah menulis Diary ini :') Read more...
Entah berawal dari mana dan sejak kapan sesuatu itu muncul. Apakah semenjak kehidupan baruku dimulai? Apakah ketika sesuatu yang lama perlahan-lahan mengecil dan terselimuti debu karena tak pernah lagi tersentuh?
Sekuat apapun menyangkal, jika memang terus berpikir 'baik' tentangnya pasti akan tetap berada di sana. Oke, sekarang berpikirlah 'buruk' tentang hal itu. Memang tak sesulit yang aku kira, hal itu tiba-tiba berkurang walau tak sepenuhnya hilang.
Melankolis? Tidak sama sekali. Allah sesuai dengan perkiraan hamba-Nya dan itu bisa jadi kado terindah atau bahkan boomerang yang justru berbalik pada pemiliknya.
Hey, aku kira aku harus diberi award atas kerja kerasku selama ini. Ada 'sedikit' perlakuan yang berbeda ketika berhadapan dengan makhluk ciptaan Tuhan tersebut. Aku berani mengambil risiko yang sebenarnya cukup berat untuk aku terima. Namun karena 'sedikit' perlakuan tersebut, hingga saat ini aku masih bisa survive saat menghadapi setiap hal yang dapat membuatku down. 'Sedikit' perlakuan yang cukup membuat dada ini sesak.
Sesak... sekali.
Melankolis? Silahkan berpikir seperti itu, tapi tidak bagiku--bagi setiap perempuan yang bernasib sama denganku, bagi setiap perempuan yang berada di posisi yang sama denganku.
Sembunyi. Diam-diam.
Sesak sudah pasti. Ya Allah ampuni hamba-Mu yang hina ini karena merasakan kesenangan yang luar biasa ketika dia fokus padaku...
Sampai detik ini pun aku masih tidak tahu berawal dari mana sesuatu itu muncul dan sejak kapan mulai menyerang jantungku.
Semoga ini semua hanya sesaat, tidak untuk selamanya.
Amiin...
Dan saya lega telah menulis Diary ini :') Read more...
Kamis, 07 Februari 2013
Resume Konsep Kurikulum
RESUME
KONSEP KURIKULUM
Oleh: Arini Fadilah
Oleh: Arini Fadilah
Kurikulum
berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Pelari di sini
bisa diibaratkan sebagai mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik
untuk memperoleh ijazah (lulus).
Menurut
UU No.20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
A.
KONSEP KURIKULUM
- Kurikulum Subjek Akademis (Pengembangan Pengetahuan dari Berbagai Disiplin Ilmu)
Sumber:
Pendidikan Klasik (filsafat perenialisme, esensialisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa lalu serta berasumsi pada ilmu, nilai dan budaya
yang telah solid. Kurikulum subjek akademis juga berpendapat bahwa tugas
pendidikan adalah memelihara dan mewariskan ilmu serta nilai-nilai budaya.
Selain itu, kurikulum ini beranggapan bahwa guru adalah ekspert dan model.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan pada isi/materi ajaran, isi kurikulum berasal
dari disiplin ilmu (solid-sistematis), peranan guru sangat dominant, serta
penyajian materinya ekspositori dan inkuiri.
Adapun
pendekatan dalam kurikulum subjek akademis adalah berdasarkan struktur
pengetahuan, bersifat integratif dan fundamentalis.
- Kurikulum Humanistik (Pengembangan Kepribadian, Sikap, Emosi/Perasaan)
Sumber:
Pendidikan Pribadi (filsafat eksistensialisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa sekarang serta berasumsi bahwa anak punya potensi.
Menurut kurikulum humanistik, pendidikan itu ibarat bertani dan beranggapan
bahwa guru adalah psikolog, bidan, motivator dan fasilitator.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan bahwa siswa adalah subjek dan punya peran
utama, isi/bahan utamanya pun sesuai dengan kebutuhan siswa, menekankan pada
keutuhan pribadi serta penyajian materinya discovery, inkuiri dan pada
penekanan masalah.
- Kurikulum Teknologis (Pengembangan Perilaku/Kompetensi dalam Berbagai Bidang Kehidupan)
Sumber:
Pendidikan Teknologis (filsafat realisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang serta menekankan pada
kompetensi. Kompetensi di sini diuraikan menjadi perilaku yang dapat diamati.
Di sini peranan guru tidak dominan karena dapat diganti dengan alat-alat
teknologi. Dalam kurikulum teknologis pendidikan bersifat ilmiah dan pendidikan
ini dianggap sebagai sistem.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan pada isi, tujuan dirinci menjadi objektif, desain
pengajar disusun sistemik, isi disajikan dalam media tulis dan elektronik, dan
evaluasi menggunakna tes objektif.
- Kurikulum Rekonstruksi Sosial (Pengembangan Kemampuan Memecahkan Problema-problema dalam Masyarakat)
Sumber:
Pendidikan Interaksional (filsafat pragmatisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa lalu dan sekarang serta berasumsi bahwa manusia
adalah makhluk sosial. Kurikulum rekonstruksi sosial juga menekankan pada
pemecahan problema masyarakat. Menurut kurikulum ini, tujuan pendidikan adalah
pembentukan masyarakat agar lebih baik. Di sini, pendidikan adalah kerjasama:
interaksi guru-siswa-siswa.
Karakteritik
kurikulum ini adalah bertujuan memecahkan masalah masyarakat, isi kurikulumnya
mengenai problema masyarakat, metode mengajar kerja kelompok, serta guru dan
siswa belajar bersama.
B.
DIMENSI KURIKULUM
Kurikulum
dibagi ke dalam beberapa dimensi, diantaranya adalah:
1.
Kurikulum sebagai ide, yang diwujudkan
sebagai buah pikiran/gagasan yang bersifat konseptual.
2.
Kurikulum sebagai rencana, yang
diwujudkan dalam perangkat rencana/dokumen pembelajaran.
3.
Kurikulum sebagai proses, yang diwujudkan
sebagai proses yang sudah terlaksana di lapangan.
4.
Kurikulum sebagai hasil, yang diwujudkan
dalam hasil yang sudah dicapai oleh peserta didik.
C.
PERANAN KURIKULUM
Adapun
peranan kurikulum adalah sebagai berikut.
1.
Peranan Konservatif
Transmisi
nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan budaya masa
kini.
2.
Peranan Kreatif
Pengembangan
hal baru yang dibutuhkan pada masa sekarang dan akan datang.
3.
Peranan Kritis/Evaluatif
Menilai
dan memilih nilai, budaya, pengetahuan yang relevan.
D.
FUNGSI KURIKULUM
- Sebagai acuan/pedoman bagi instruktur, pengawas, masyarakat dan peserta didik.
- Sebagai alat pengukur keberhasilan program pendidikan.
- Untuk mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas.
Langganan:
Postingan (Atom)

