Halaman

Jumat, 15 Februari 2013

Sekilas tentang Landasan Pengembangan Kurikulum



RESUME LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh: Arini Fadilah

            Ibarat sebuah bangunan, bila pondasinya tidak kuat, maka akan goyah dan runtuh ketika diterpa angina. Begitupun dengan kurikulum, bila tidak mempunyai landasan yang kuat, maka akan terombang-ambing bahkan hancur. Dan itu akan berimbas pada pendidikan para penerus bangsa ini. Oleh karena itu, landasan kurikulum sangat penting adanya demi keutuhan dan kekokohan kurikulum itu sendiri.

            Adapun keempat jenis landasan tersebut adalah landasan fisiologis, psikologis, sosiologis dan teknologis.

1.      Landasan Filosofis
Landasan filosofis yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilaiyang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Asumsi-asumsi filosofis tersebut berimplikasi pada perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik.

2.      Landasan Psikologis
Landasan psikologis adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan mempelajari proses dan karakteristik perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis teori belajar yang mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistik.

3.      Landasan Sosiologis
Landasan sosiologis atau sosial budaya adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi dan antropologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Karakteristik sosial budaya dimana peserta didik hidup berimplikasi pada program pendidikan yang akan dikembangkan.

4.      Landasan Teknologis
Landasan ilmiah dan teknologi adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan sumbangan dari berbagai kajian ilmiah dan teknologi baik yang bersifat hardware maupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

0 comments:

Posting Komentar