Halaman

Minggu, 10 Februari 2013

Sesak [Diary #3]

     Ya, perempuan memang seperti ini. Mm.. atau mungkin hanya aku? Aku tak tahu.
     Entah berawal dari mana dan sejak kapan sesuatu itu muncul. Apakah semenjak kehidupan baruku dimulai? Apakah ketika sesuatu yang lama perlahan-lahan mengecil dan terselimuti debu karena tak pernah lagi tersentuh?
     Sekuat apapun menyangkal, jika memang terus berpikir 'baik' tentangnya pasti akan tetap berada di sana. Oke, sekarang berpikirlah 'buruk' tentang hal itu. Memang tak sesulit yang aku kira, hal itu tiba-tiba berkurang walau tak sepenuhnya hilang.
     Melankolis? Tidak sama sekali. Allah sesuai dengan perkiraan hamba-Nya dan itu bisa jadi kado terindah atau bahkan boomerang yang justru berbalik pada pemiliknya.
     Hey, aku kira aku harus diberi award atas kerja kerasku selama ini. Ada 'sedikit' perlakuan yang berbeda ketika berhadapan dengan makhluk ciptaan Tuhan tersebut. Aku berani mengambil risiko yang sebenarnya cukup berat untuk aku terima. Namun karena 'sedikit' perlakuan tersebut, hingga saat ini aku masih bisa survive saat menghadapi setiap hal yang dapat membuatku down. 'Sedikit' perlakuan yang cukup membuat dada ini sesak.
     Sesak... sekali.
     Melankolis? Silahkan berpikir seperti itu, tapi tidak bagiku--bagi setiap perempuan yang bernasib sama denganku, bagi setiap perempuan yang berada di posisi yang sama denganku.
     Sembunyi. Diam-diam.
     Sesak sudah pasti. Ya Allah ampuni hamba-Mu yang hina ini karena merasakan kesenangan yang luar biasa ketika dia fokus padaku...
     Sampai detik ini pun aku masih tidak tahu berawal dari mana sesuatu itu muncul dan sejak kapan mulai menyerang jantungku.
     Semoga ini semua hanya sesaat, tidak untuk selamanya.
     Amiin...

     Dan saya lega telah menulis Diary ini :')

0 comments:

Posting Komentar