Halaman

Kamis, 07 Februari 2013

Resume Konsep Kurikulum



RESUME KONSEP KURIKULUM
Oleh: Arini Fadilah

            Kurikulum berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Pelari di sini bisa diibaratkan sebagai mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah (lulus).
            Menurut UU No.20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

A.    KONSEP KURIKULUM
  1. Kurikulum Subjek Akademis (Pengembangan Pengetahuan dari Berbagai Disiplin Ilmu)
Sumber: Pendidikan Klasik (filsafat perenialisme, esensialisme)
Kurikulum ini berorientasi pada masa lalu serta berasumsi pada ilmu, nilai dan budaya yang telah solid. Kurikulum subjek akademis juga berpendapat bahwa tugas pendidikan adalah memelihara dan mewariskan ilmu serta nilai-nilai budaya. Selain itu, kurikulum ini beranggapan bahwa guru adalah ekspert dan model.
Karakteristik kurikulum ini adalah menekankan pada isi/materi ajaran, isi kurikulum berasal dari disiplin ilmu (solid-sistematis), peranan guru sangat dominant, serta penyajian materinya ekspositori dan inkuiri.
Adapun pendekatan dalam kurikulum subjek akademis adalah berdasarkan struktur pengetahuan, bersifat integratif dan fundamentalis.

  1. Kurikulum Humanistik (Pengembangan Kepribadian, Sikap, Emosi/Perasaan)
Sumber: Pendidikan Pribadi (filsafat eksistensialisme)
Kurikulum ini berorientasi pada masa sekarang serta berasumsi bahwa anak punya potensi. Menurut kurikulum humanistik, pendidikan itu ibarat bertani dan beranggapan bahwa guru adalah psikolog, bidan, motivator dan fasilitator.
Karakteristik kurikulum ini adalah menekankan bahwa siswa adalah subjek dan punya peran utama, isi/bahan utamanya pun sesuai dengan kebutuhan siswa, menekankan pada keutuhan pribadi serta penyajian materinya discovery, inkuiri dan pada penekanan masalah.

  1. Kurikulum Teknologis (Pengembangan Perilaku/Kompetensi dalam Berbagai Bidang Kehidupan)
Sumber: Pendidikan Teknologis (filsafat realisme)
Kurikulum ini berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang serta menekankan pada kompetensi. Kompetensi di sini diuraikan menjadi perilaku yang dapat diamati. Di sini peranan guru tidak dominan karena dapat diganti dengan alat-alat teknologi. Dalam kurikulum teknologis pendidikan bersifat ilmiah dan pendidikan ini dianggap sebagai sistem.
Karakteristik kurikulum ini adalah menekankan pada isi, tujuan dirinci menjadi objektif, desain pengajar disusun sistemik, isi disajikan dalam media tulis dan elektronik, dan evaluasi menggunakna tes objektif.

  1. Kurikulum Rekonstruksi Sosial (Pengembangan Kemampuan Memecahkan Problema-problema dalam Masyarakat)
Sumber: Pendidikan Interaksional (filsafat pragmatisme)
Kurikulum ini berorientasi pada masa lalu dan sekarang serta berasumsi bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kurikulum rekonstruksi sosial juga menekankan pada pemecahan problema masyarakat. Menurut kurikulum ini, tujuan pendidikan adalah pembentukan masyarakat agar lebih baik. Di sini, pendidikan adalah kerjasama: interaksi guru-siswa-siswa.
Karakteritik kurikulum ini adalah bertujuan memecahkan masalah masyarakat, isi kurikulumnya mengenai problema masyarakat, metode mengajar kerja kelompok, serta guru dan siswa belajar bersama.

B.     DIMENSI KURIKULUM
            Kurikulum dibagi ke dalam beberapa dimensi, diantaranya adalah:
1.      Kurikulum sebagai ide, yang diwujudkan sebagai buah pikiran/gagasan yang bersifat konseptual.
2.      Kurikulum sebagai rencana, yang diwujudkan dalam perangkat rencana/dokumen pembelajaran.
3.      Kurikulum sebagai proses, yang diwujudkan sebagai proses yang sudah terlaksana di lapangan.
4.      Kurikulum sebagai hasil, yang diwujudkan dalam hasil yang sudah dicapai oleh peserta didik.

C.     PERANAN KURIKULUM
            Adapun peranan kurikulum adalah sebagai berikut.
1.      Peranan Konservatif
Transmisi nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan budaya masa kini.
2.      Peranan Kreatif
Pengembangan hal baru yang dibutuhkan pada masa sekarang dan akan datang.
3.      Peranan Kritis/Evaluatif
Menilai dan memilih nilai, budaya, pengetahuan yang relevan.

D.    FUNGSI KURIKULUM
  1. Sebagai acuan/pedoman bagi instruktur, pengawas, masyarakat dan peserta didik.
  2. Sebagai alat pengukur keberhasilan program pendidikan.
  3. Untuk mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas.

0 comments:

Posting Komentar