RESUME
KONSEP KURIKULUM
Oleh: Arini Fadilah
Oleh: Arini Fadilah
Kurikulum
berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Pelari di sini
bisa diibaratkan sebagai mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik
untuk memperoleh ijazah (lulus).
Menurut
UU No.20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
A.
KONSEP KURIKULUM
- Kurikulum Subjek Akademis (Pengembangan Pengetahuan dari Berbagai Disiplin Ilmu)
Sumber:
Pendidikan Klasik (filsafat perenialisme, esensialisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa lalu serta berasumsi pada ilmu, nilai dan budaya
yang telah solid. Kurikulum subjek akademis juga berpendapat bahwa tugas
pendidikan adalah memelihara dan mewariskan ilmu serta nilai-nilai budaya.
Selain itu, kurikulum ini beranggapan bahwa guru adalah ekspert dan model.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan pada isi/materi ajaran, isi kurikulum berasal
dari disiplin ilmu (solid-sistematis), peranan guru sangat dominant, serta
penyajian materinya ekspositori dan inkuiri.
Adapun
pendekatan dalam kurikulum subjek akademis adalah berdasarkan struktur
pengetahuan, bersifat integratif dan fundamentalis.
- Kurikulum Humanistik (Pengembangan Kepribadian, Sikap, Emosi/Perasaan)
Sumber:
Pendidikan Pribadi (filsafat eksistensialisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa sekarang serta berasumsi bahwa anak punya potensi.
Menurut kurikulum humanistik, pendidikan itu ibarat bertani dan beranggapan
bahwa guru adalah psikolog, bidan, motivator dan fasilitator.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan bahwa siswa adalah subjek dan punya peran
utama, isi/bahan utamanya pun sesuai dengan kebutuhan siswa, menekankan pada
keutuhan pribadi serta penyajian materinya discovery, inkuiri dan pada
penekanan masalah.
- Kurikulum Teknologis (Pengembangan Perilaku/Kompetensi dalam Berbagai Bidang Kehidupan)
Sumber:
Pendidikan Teknologis (filsafat realisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang serta menekankan pada
kompetensi. Kompetensi di sini diuraikan menjadi perilaku yang dapat diamati.
Di sini peranan guru tidak dominan karena dapat diganti dengan alat-alat
teknologi. Dalam kurikulum teknologis pendidikan bersifat ilmiah dan pendidikan
ini dianggap sebagai sistem.
Karakteristik
kurikulum ini adalah menekankan pada isi, tujuan dirinci menjadi objektif, desain
pengajar disusun sistemik, isi disajikan dalam media tulis dan elektronik, dan
evaluasi menggunakna tes objektif.
- Kurikulum Rekonstruksi Sosial (Pengembangan Kemampuan Memecahkan Problema-problema dalam Masyarakat)
Sumber:
Pendidikan Interaksional (filsafat pragmatisme)
Kurikulum
ini berorientasi pada masa lalu dan sekarang serta berasumsi bahwa manusia
adalah makhluk sosial. Kurikulum rekonstruksi sosial juga menekankan pada
pemecahan problema masyarakat. Menurut kurikulum ini, tujuan pendidikan adalah
pembentukan masyarakat agar lebih baik. Di sini, pendidikan adalah kerjasama:
interaksi guru-siswa-siswa.
Karakteritik
kurikulum ini adalah bertujuan memecahkan masalah masyarakat, isi kurikulumnya
mengenai problema masyarakat, metode mengajar kerja kelompok, serta guru dan
siswa belajar bersama.
B.
DIMENSI KURIKULUM
Kurikulum
dibagi ke dalam beberapa dimensi, diantaranya adalah:
1.
Kurikulum sebagai ide, yang diwujudkan
sebagai buah pikiran/gagasan yang bersifat konseptual.
2.
Kurikulum sebagai rencana, yang
diwujudkan dalam perangkat rencana/dokumen pembelajaran.
3.
Kurikulum sebagai proses, yang diwujudkan
sebagai proses yang sudah terlaksana di lapangan.
4.
Kurikulum sebagai hasil, yang diwujudkan
dalam hasil yang sudah dicapai oleh peserta didik.
C.
PERANAN KURIKULUM
Adapun
peranan kurikulum adalah sebagai berikut.
1.
Peranan Konservatif
Transmisi
nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan budaya masa
kini.
2.
Peranan Kreatif
Pengembangan
hal baru yang dibutuhkan pada masa sekarang dan akan datang.
3.
Peranan Kritis/Evaluatif
Menilai
dan memilih nilai, budaya, pengetahuan yang relevan.
D.
FUNGSI KURIKULUM
- Sebagai acuan/pedoman bagi instruktur, pengawas, masyarakat dan peserta didik.
- Sebagai alat pengukur keberhasilan program pendidikan.
- Untuk mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas.


0 comments:
Posting Komentar